Suzuki Bantah Ertiga Pakai Diesel Milik Chevrolet Spin

Suzuki Ertiga Diesel resmi mengaspal di Tanah Air dengan teknologi hibrida ringan. Menariknya, ternyata kapasitas mesin Ertiga serupa dengan yang pernah digunakan Chevrolet Spin beberapa waktu lalu, yakni 1.300 cc variable-geometry turbochargers (VGT).

Lantas apakah benar bahwa mesin yang digunakan Ertiga diesel saat ini sama dengan Spin? Menanggapi pertanyaan ini, Marketing Director SIS 4W Donny Saputra, secara tegas menyatakan bahwa mesin ini merupakan pengembangan dari Suzuki sendiri.

“Saya pastikan mesin diesel Ertiga beda dengan mereka (Spin). Meski secara kapasitas sama, tapi soal teknologi beda, mesin ini Suzuki yang kembangkan, bukan menggunakan produk Amerika,” kata Donny di Bogor, Rabu (8/2/2017).

Selain mesin diesel, lanjut Donny, Ertiga juga memiliki fitur hibrida yang tidak dimiliki mantan kompetitornya. “Karena itu, saya berani jamin mesin ini bukan mesin mereka,” lanjut Donny menegaskan.
Stanly/KompasOtomotif
Mesin diesel Ertiga 1.300 cc

Donny juga memastikan bahwa Ertiga Diesel Hybrid tidak akan memiliki nasib seperti Spin. Seperti diketahui, sejak Chevrolet menutup pabrik di Bekasi, Spin pun sudah tidak diproduksi dan penjualannya tidak diteruskan di Indonesia.

“Sebelum meluncurkan produk kami selalu studi untuk melihat kebutuhan konsumen. Seperti yang saya bilang, secara fitur kami punya hybrid, ini yang membuat kami yakin bisa lebih sukses dibandingkan mereka (Chevrolet Spin),” kata Donny.

Akhir Perjalanan Dodge Viper

Setelah 25 tahun, akhirnya sepak terjang Dodge Viper akan dihentikan tahun ini. Dilansir dari Motor1, Dodge akan memproduksi generasi terakhir Viper pada 31 Agustus 2017 mendatang.

Untuk memeriahkan pesta pensiunnya, Dodge merilis enam model edisi terakhirnya. Mulai dari Viper 01:28 Edition ACR, Viper GTS-R Commemorative Edition ACR, Viper VoooDoo II Edition ACR, Viper Snakeskin Edition GTC, Viper ACR Snakeskin dan Dodge Dealer Edition ACR.

Semuanya berjumlah 100 unit, tapi jangan berharap untuk memiliki salah satunya, karena menurut Kepala Desain Fiat Chrysler Automobiles (FCA) Ralp Gilles, semuanya sudah ludes terpesan, tapi sayangnya tidak dijelaskan alasan kenapa Viper tidak diproduksi kembali.
Carscoops.Com
Dodge Viper

Semua Viper edisi terbatas dibuat menggunakan basis dari varian ACR yang merupakan versi tertinggi di keluarga Viper. Masing-masing model memiliki beberapa kelebihan tersendiri namun tetap dibekali dengan mesin yang sama, yakni V10 berkapasitas 8.400 cc.

Mesin buas tersebut mampu menyuplai tenaga sebesar 645 tk dengan torsi 813 Nm. Bahkan khusus untuk model ACR disediakan transmisi enam percepatan manual yang memungkinkan pengendara benar-benar menikmati sensasi performa di tiap tingkatan persenelingnya.

Sekilas Perbandingan Toyota Mirai dan Honda Clarity

Pada pandangan pertama, memilih antara mobil fuel cell (hidrogen) Toyota Mirai dan Honda Clarity nampaknya bisa jadi keputusan sulit. Pasalnya, kedua mobil ramah lingkungan tersebut terlihat mirip.

Mengutip Carscoops, Minggu (12/2/2017), terlepas dari penampilan mereka dan mulai turun ke spesifikasi lain, pembeda yang paling kentara kira-kira terkait driving range Honda lebih jauh, sekitar 50 mil (80 km).

Dari tabel yang disajikan, bisa dilihat kalau Toyota Mirai 2017 dan Honda Clarity 2017 memiliki dimensi yang berbeda tipis, performa yang juga tidak jauh berbeda. Lebih dari itu bobot dan harga juga sangat bersaing.


Carscoops
Toyota Mirai VS Toyota Clarity.
Beberapa perbedaan lain yang termasuk fakta, yaitu Clarity menghasilkan lebih banyak tenaga dibanding dengan Mirai, 174tk berbanding 151tk. Lalu mobil fuel cell Honda memiliki lima penumpang, sementara wakil Toyota dibangun untuk empat.

“Saya tidak berpikir kesamaan spesifikasi antara Mirai dan Clarity adalah kebetulan. Sifat teknologi bahan bakar hidrogen, setidaknya saat ini, dari model yang sudah ada dan baru memang seperti itu,” ujar Tom Blackman, Direktur Olathe Toyota Parts Center.

Namun Angel Vigil, Direktur Honda Parts Online berpikir, Clarity adalah mobil yang lebih baik. “Perbedaan jarak tempuh Clarity dengan pesaingnya sangat signifikan, karena memang saat ini masih langka pengisian bahan bakar hidrogen,” ujar Vigil.

Faktor Lain Anjloknya Pasar Kendaraan Niaga pada 2016

Selain kendaraan penumpang, 2016 juga menjadi tahun yang cukup suram untuk bisnis kendaraan niaga. Mitsubishi Fuso ikut merasakan lemasnya kondisi ekonomi hampir di semua sektor yang membuat penjualannya turun hingga 14,3 persen.

Kondisi ini makin parah saat perusahaan pembiayaan pun banyak yang menolak pengajuan kredit untuk kendaraan komersial. Director of MFTBC Marketing Division PT KTB Duljatmono, mengungkapkan hampir 95 persen kendaraan niaga dibeli secara kredit.

“Kendaraan otomotif sangat tergantung pada kredit lembaga keuangan, bukan hanya segmen penumpang kendaraan niaga juga begitu. Tahun lalu cukup berat, bisa dibayangkan saat banyak leasing yang menolak pembelian kendaraan komersial,” kata Duljatmono kepada wartawa di Jakarta, Jumat (10/2/2017).

Tahun lalu, lanjut Duljatmono, cukup berat karena potensi kredit bermasalah (non performing loan/NPL) cukup tinggi. Pihak leasing cukup berhati-hati dalam meberikan pembiayaan, karena itu kami juga ikut merasakan dampaknya.

“Kalau dilihat banyak pembangunan infrastruktur terbilang sepi, yang membuat khawatir itu kalau infrastruktur seret, ya kreditnya juga seret. Itu yang membuat mereka sangat hati-hati memberikan kredit kepada konsumen kendaraan niaga,” ujar Duljatmono.
KTB
Mitsubishi Fuso dalam pameran Indonesia Transport, Supply Chain & Logistics 2016.

Meski demikian, ia mengaku keadaan di akhir semster dua mulai berangsur pulih, hal ini ditunjukkan dengan proyek pembangunan yang mulai berjalan, sampai beberapa sektor komoditi yang bergerak. Kondisi ini menjadi titik terang untuk memulai potensi penjualan.

“Akhir 2016 sudah mulai membaik hingga saat ini, sehingga sudah ada dari leasing yang mulai memberi dukungan untuk pembiayaan,” kata pria yang akrap disapa Momon itu.

Triumph Indonesia Berusaha Eksis Lagi

Lama tak ada aktivitas, Triumph di Indonesia mulai ”kasak-kusuk” lagi. Bisa disebut inilah salah satu aktivitas perdana merek asal Inggris itu sejak pergantian agen, dari PT Triumph Motorcycle Indonesia (TMI) ke PT Garda Andalan Selaras (GAS) sejak pertengahan tahun lalu.

Aktivitas perdana itu berupa touring bertajuk ”West Java Ride Countdown to Return”, mengajak pelanggan setia, dilaksakana pada 10-12 Februari 2017.

Rombongan terdiri dari 27 motor, menggunakan berbagai varian Triumph seperti Thruxton, Tiger XR, Tiger, dan Bonneville. Turing dimulai dari Ciwidey, Jawa Barat, untuk selanjutnya menuju Selatan dan finish di kota Bandung.

”Ini merupakan agenda rutin yang dilakukan untuk mengajak pemilik motor Triumph bersilaturahmi dan saling mengenal sehingga menjadi lebih akrab. Rute-rute yang dilewati peserta juga menarik dengan berbagai lintasan yang sesuai dengan karakter motor Triumph,” ujar Hari Triadji Presiden Direktur GAS.

Demi menambah keseruan riding ”West Java Ride Countdown to Return”, seluruh peserta juga diajak melakukan kegiatan Sunday Morning Ride dengan mengitari kota Bandung, Minggu (12/2/2017) pagi sebelum kembali ke Jakarta siang harinya.

GAS resmi menjadi distributor resmi merek Triumph Motorcycles di Indonesia terhitung sejak 30 Agustus 2016 silam dan akan melayani seluruh pemakai motor Triumph di Indonesia. Saat ini layanan aftersales sudah beroperasi dan mampu menerima layanan pengecekan dan servis rutin.

Beberapa model yang nantinya akan dijual di antaranya adalah tipe Triumph Street Twin 2017, Bonneville 1200, Thruxton 1200R, dan Tiger 800 XC. Adapun diler utama berlokasi di wilayah strategis buat pemain motor gede, yaitu di Jl Kemang Raya no.19, Jakarta Selatan.

Buat merangkul pecinta motor Triumph, GAS juga siap rutin melakukan beberapa kegiatan seperti Friday Movie Night dan juga perayaan ulang tahun komunitas Riders Association of Triumph (RAT) yang kedua beberapa waktu lalu.

Kegiatan turing ini disebut merupakan bagian dari rangkaian acara menjelang Grand Launching Triumph Jakarta yang rencananya akan dilaksanakan pada Maret mendatang.

Honda Patenkan Superbike Mesin V4

Honda terus bergerak mencari celah pengembangan teknologi. Paling baru, diketahui bahwa produsen motor logo sayap itu mengembangkan superbike lagi dengan desain yang sudah dipatenkan.

Dari paten desain, superbike disinyalir menggunakan mesin V4 dan akan menjadi salah stau model flagship. Posisinya, akan berdiri di antara dua model flagship lain, yakni Honda Fireblade (CBR1000RR) dan Honda RC213V-S.

Pada deretan superbike, Honda memang belum punya model dengan konfigurasi mesin V4. Selama ini, CBR1000RR menggunakan mesin 4-silinder segaris.

Model bermesin V4 akan menggunakan layout knalpot yang berbeda dengan sepeda motor Honda lainnya. Juluran pipa yang mengalir dari silinder berpisah, lalu menyatu lagi di bagian bawah, mengalir ke bawah kaki kanan pembonceng.

Tenaga penggerak akan menjadi bagian dari sasis. Lalu, Honda V4 ini akan menerima jok single dan buntutnya mendapat lubang udara yang membantu aerodinamika lebih efisien. Pada bagian belakang mendapat semacam sayap untuk membantu mendapatkan downforce.

Superbike ini bakal dijual terbatas, tapi tidak akan seekslusif RC213V-S yang menjadi motor MotoGP versi produksi. Superbike V4 Honda ini kemungkinan bakal dijual pada 2018 sebagai model 2019.

BMW Tambah Produksi “Plug-in Hybrid” di Thailand

Produsen asal Jerman, BMW, bakal memperluas produksi mobil plug-in hybrid listrik-bensin di Thailand, menjadi empat model pada akhir tahun depan. BMW melihat pasar Thailand cukup potensial untuk dimasukkan mobil jenis ini.

Mengutip Nikkei, Senin (13/2/2017) pihak BMW mngatakan, ini masih sebagai langkah awal, sebelum produksi mobil yang sepenuhnya listrik, sebagai terobosan ke pasar negara berkembang, di ASEAN terutama.

Pabrik BMW terletak di Provinsi Rayong, 110km sebelah tenggara Bangkok, di mana sudah mulai merakit dua model plug-in, yakni 330E Luxury sedan dan sport utility vehicle (SUV) X5 xDrive40e, pada akhir 2016. Sementara komponen-komponen terpenting masih diimpor dari Jerman, penggerak dan baterai lithium-ion.

Stefan Teuchert, Presiden BMW Group Thailand mengatakan, fasilitas milik BMW ini, akan memproduksi hibrida plug-in dari lineup Seri 7 yang akan berjalan mulai tahun ini, diikuti oleh model Seri 5 yang lebih kecil, di 2018. Terlepas dari kendaraan sepenuhnya listrik, hibrida plug-in diklaim lebih cocok di Thailand, karena infrastruktur pengisian untuk mendukung model sepenuhnya listrik belum mapan.

Melihat pasar 2016 BMW di Thailand, volume penjualannya mengalami penurunan 10 persen, atau menjadi sekitar 8.000 kendaraan, dan hanya memberikan pangsa pasar 1 persen. Posisi BMW masih ada di belakang rekan Jerman-nya, Mercedes-Benz, yang juga ikut turun 8 persen, menjadi 12.000 unit. Melalui model plug-in hybrid ini, BMW berharap bisa mendapatkan growth penjualan mobil baru sampai 15 persen tahun ini.

Fasilitas pabrik BMW di Rayong, berdiri pada 2000, di mana saat ini mampu memproduksi 20.000 unit per tahun. BMW menginvestasikan total 2,6 miliar baht atau Rp 987,1 miliar sampai 2014. Pada akhir tahun ini, investasi kumulatif diperkirakan mencapai 4 miliar baht atau Rp Rp 1,51 triliun.

Truk Scanter “Ajeb-ajeb” dari Kuningan

Bukan cuma mobil yang bisa eksis dengan tampilan modifikasi. Truk ringan atau light duty truck (LDT) juga bisa diubah menjadi kendaraan niaga yang tak kalah menarik bila disejajarkan dengan mobil custom.

Bila tidak percaya, silakan lirik karya modifikasi Mitsubishi Fuso Colt Diesel FE 74 HD yang digarap oleh Jerry Sujari dari PT Bukit Jaya Mandiri (BJM), Kuningan, Jawa Barat, ini.

Mengedepankan tema elegan, truk yang akrab disapa “kepala kuning” ini kini lebih tenar dengan panggilan Scanter.

“Namanya kami pangil Scanter. Kenapa? karena modelnya ala Scania, tetapi seluruhnya masih Canter. Total modifikasi kalau dari awal itu habis Rp 300 jutaan, kami ubah tetapi tidak menghilangkan fungsinya,” ucap Jerry kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/2/2017).

Full SQL

Pengerjaan, kata Jerry, lebih kurang hampir memakan waktu satu tahun hingga benar-benar sempurna. Bagian tersulit ada di sektor interior, yang terpaksa di bobok ulang untuk menerapkan konsep elegan serta memasang perangkat audio.
Stanly/KompasOtomotif
Nuansa interior dibuat lebih elegan

Konsep elegan memang diterapkan Jerry pada sisi interior. Dengan dimensi yang minim, Jerry bersama timnya mencoba untuk memaksimalkan ruang sempit pada Colt Diesel Canter.
Kedua jok sampai dasbor dibalut ulang dengan menggunakan warna kulit yang senada dengan cat bodi. Agar kesan elegan lebih tampil, diberikan sedikit warna hitam plus mini bartender yang diletakkan tepat di tengah antara jok pengendara dan penumpang.

Pemasangan sistem hiburan menjadi pengerjaan yang benar-benar menyita waktu. Pasalnya, dek atas kabin wajib dibongkar habis untuk membenamkan semua perangkat audio dan juga empat buah LCD di tengah pilar A. Tidak tanggung-tanggung, agar bisa “jedak-jeduk”, konsep audio langsung mengarah ke sound quality loud (SQL) yang mengutamakan tingkat kekerasan suara.

Menakar Seberapa Irit Ertiga Diesel Hybrid

Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi mendatangkan Ertiga Diesel Hybrid ke Indoneisa, dibanderol Rp 219,5 juta on the road Jakarta. Varian baru MPV sejuta umat Suzuki ini diklaim menawarkan efesiensi bahan bakar yang jauh lebih irit dibandingkan kompetitor apalagi mesin bensin.

Dari hasil pengujian teknis yang dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Januari 2017 lalu, rata-rata konsumsi bahan bakar tercatat 22,6 kpl. Hasil ini lebih irit ketimbang pengujian yang dilakukan pihak internal SIS, yakni 17,51 kpl.

Belum puas sampai di situ, pengujian juga dilakukan oleh KompasOtomotif dalam sesi test drive Ertiga Diesel Hybrid yang diselenggarakan pihak SIS, pekan lalu. Bersama dua rekan media lain, berkendara santai dari Jakarta menuju Rancamaya, Bogor, Jawa Barat.

Penasaran untuk mendapatkan angka konsumsi terbaik, tim sengaja mematikan air conditioner (AC) saat memasuki tol dalam kota menuju Jagorawi. Konsisi jalan yang sedikit renggang membuat ritme berkandara konstan dengan angka kecepatan 60-70 kpj.
Stanly/KompasOtomotif
Hasil konsumsi BBM setelah melewati tol Jagorawi menuju Sentul City

Sebelum berhenti beristirahat, hingga melintas di kawasan Sentul, total konsumsi bahan bakar Ertiga Diesel Hybrid bisa melebihi patokan dari BPPT. Menurut tabel multi information display (MID) KompasOtomotif bersama tim mampu menyentuh angka 25,5 kpl.

Menanjak

Perubahan angka konsumsi cukup drastis ketika tim kembali melanjutkan perjalanan menuju kawasan Rainbow Hills. Dengan sajian lintasan perbukitan yang berliku dan dipenuhi medan menanjak, membuat pola berkendara berubah lebih agresif.

Meski bukan masalah besar bagi Ertiga ketika dihadapi tanjakan curam, tapi tim lebih banyak bermain di gigi rendah yang terkadang membuat rpm sedikit naik dari sebelumnya.

Stanly/KompasOtomotif
Suzuki Ertiga Diesel Hybrid

Begitu juta saat menuju kawasan Rancamaya melewati Mega Mendung Puncak. Dihadapi dengan lintasan menurun yang sedikit padat, memaksa tim sesekali menekan pedal rem lebih dalam. Hasilnya, angka konsumsi di MID turun signifikan.

Namun hal ini bisa kembali dikembangkan saat sudah memasuk kawasan Rancamaya dengan rute aspal yang mulus. Setibanya di lobi hotel, total jarak yang KompasOtomotif dan tim dapatkan dari Jakarta menyentung angka 76,6 km.

Siap-siap, Sambut Peluncuran Mobil dan Pebalap F1 2017

Sesaat lagi balap jet darat Formula 1 (F1) 2017 bakal digelar. Beberapa tim sudah mulai menyiapkan rangkai acara yang akan diawali dengan peluncuran mobil-mobil baru.

Dilansir dari Motorsport, ada tujuh tim yang sudah menetapkan tanggal peluncuran mobil F1 2017. Sauber menjadi tim awal yang akan membuka selubung jet darat C36 pada 20 Februari mendatang, setelah itu dilanjutkan oleh Renault, Force india, Ferrari, Mercedes, McLaren, Toro Rosso.

Sebelum memulai laga awal di Sirkuit Albert Park, Australia, pada 23 Maret mendatang, semua tim akan mengikuti tes pramusim di Barcelona. Tes ini akan berlangsung selama dua putaran, yakni 27 Februari dan 7 Maret 2017 mendatang.

Untuk lebih lengkapnya, berikut jadwal lengkap kegiatan F1 2017.

Peluncuran mobil F1 2017
Team Date Venue
Renault February 21 London
Force India February 22 Silverstone
Sauber February 20 Barcelona
Mercedes February 23 Silverstone
Ferrari February 24 Fiorano
McLaren February 24 Woking
Toro Rosso February 26 Barcelona

F1 Tes
27 Februari – 2 Maret Barcelona
7-10 Maret Bercelona