Hyundai Accent Model 2018 Mulai Menggoda

Hyundai menggoda konsumen dengan teaser Accent 2018, jelang kelahirannya pada 16 Februari 2017 mendatang di Kanada. Artinya, sedan tipe ini masih terus eksis dan selalu menjadi bagian dari kisah sukses merek asal Korea Selatan itu.

Sebelumnya, Hyundai juga merilis video teaser untuk Accent 2018, namun hanya untuk spesifikasi di Amerika Serikat. Adapun model yang berstatus world premiere, bakal debut di Kanada International Auto Show, 16 Februari 2017 mendatang.

Seperti apa model baru Hyundai Accent? Elemen desainnya terinspirasi dari model-model Hyundai masa kini. Misalnya ciri khas pada gril, seperti ditemui pada Hyundai i30 dan i10 model 2017. Sedangkan di belakang, disebut mendapat inspirasi dari Hyundai Elantra.
Indianautosblog
Bagian belakang Hyundai Accent terbaru.
Interiornya belum ada gambaran, tapi Hyundai menyatakan bahwa akan ada banyak perubahan. Soal dimensi, panjang mobil akan mencapai 4.405 mm, lebar 1.729 mm, dan tinggi 1.460 mm. Sedangkan jarak sumbu roda aka berada di angka 2.600 mm.
Mesin dan transmisinya belum diketahui. Tapi kalau melihat dari model sebelumnya, Accent mendapat tenaga dari mesin 1.600 cc 4-silinder bensin yang sanggup memproduksi tenaga 137 tk @6.300 rpm dan torsi puncak 166,77 Nm @ 4.850 rpm.

Tenaga dikirimkan ke roda depan melalui transmisi 6-ercepatan manual, atau 6-percepatan otomatis. Rasanya cukup realistis kalau Hyundai meluncurkan model ini juga di Indonesia, mengingat sejarah mobil ini cukup kuat mengakar buat para penggemar.

Cuma Foto, Bisa Dapat Yamaha Mio Z

Yamaha mengundang semua pengguna Mio untuk memeriahkan ajang Mio Story Photo Competition. Inilah wadah untuk mengabadikan momen berkesan dengan semua orang, sekaligus ada kesempatan mendapatkan hadiah menarik.

Tak tanggung, cukup berfoto saja, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menyediakan hadiah utama satu unit Yamaha Mio Z. Hadiah lain sebagai gimmick adalah paket liburan romantis ke Bali, jam tangan eksklusif, sampai voucher dan pulsa.

Saat ini, kompetisi sudah dimulai dan akan terus berlengsung sampai April 2017 mendatang. Syaratnya gampang, tinggal follow atau like Twitter – Instagram dan Facebook @YamahaIndonesia.

Khusus untuk Facebook, foto diunggah di Yamaha posting comment box, upload foto dengan orang tersayang ”yang Always Be With You”. Contoh, orang tua, adik, kakak, atau bisa juga pasangan.

Lalu, berikan alasan mengapa Anda memilih mereka pada foto tersebut dengan hashtag #mioalwaysbewithyou. Tag lima teman untuk ikut kompetisi ini, juga tag @yamahaindonesia.

Sebelum aktivitas kompetisi foto ini, Mio Story juga hadir menyapa masyarakat lewat sebuah cerita yang menyentuh sisi emosional yang mengekspresikan hubungan emosional penggunanya dengan motor.

Karier atau cinta? Di kehidupan modern seperti ini banyak orang yang sulit untuk menentukan pilihannya. Temukan jawabannya versi Yamaha dalam kisah yang bisa disaksikan di YouTube berikut ini:

Penasaran dengan Calon SUV Laris Volvo?

Sukses dengan peluncuran 90 Series, Volvo mulai siap-siap dengan model yang lebih kecil, 40 Series dan 60 Series, mulai tahun ini. Seri 40 pertama dipastikan oleh Volvo Cars R&D Senior Vice President Henrik Green adalah model SUV, yakni XC40.

Green mengatakannya kepada Autocar, (11/2/2017), dan model andalan itu bakal meluncur sekitar September-November mendatang. Inilah medium SUV Volvo yang mungkin akan lebih banyak mendulang volume penjualan dibandingkan SUV-SUV sebelumnya.

Dijelaskan Green, bahwa pengembangan model ini sudah komplit, dibangun di atas platform Volvo-Geely Compact Modular Architecture (CMA).
Volvo
Volvo Concept 40.1 akan jadi inspirasi XC40, cikal bakal SUV laris Volvo.
Versi standar dan medium dari XC40 akan menggunakan mesin 1.500 cc 3-silinder dan 2.000 cc 4-silinder, bensin dan diesel. Dilaporkan juga bahwa akan ada mesin non-turbo.
Versi teratas, siap menggunakan T5 Twin Engine bensin-elektrik plug-in hybrid yang sanggup memuntahkan tenaga 180 tk untuk mesin bensin, dan 74 tk untuk motor elektrik.

Tipe hybrid ini akan dipasangkan dengan transmisi 7-percepatan kopling ganda. Jika pakai motor listrik saja, mobil masih bisa melaju sampai 48,28 km. Volvo XC40 akan melakukan debut di Auto Shanghai 2017, April mendatang.

20 Sepeda Motor Terlaris di Awal 2017

Penjualan sepeda motor Tanah Air pada pembukaan tahun (Januari 2017), menunjukkan hasil positif, naik 13,84 persen menjadi 473.879 unit year on year 2016. Walaupun demikian, angka ini belum melampaui pencapaian pada 2015, yang sebanyak 502.783 unit (Januari 2015).

Per Januari 2017, tercatat hampir 100 model sepeda motor dipasarkan di Indonesia, sesuai data distribusi Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI). Dari 20 besar peringkat motor terlaris Januari 2017 yang dirangkum KompasOtomotif, empat teratas dikuasai oleh merek Honda.

Posisi paling puncak ditempati oleh Skutik Honda Beat Series, dengan kubikasi 110 cc. Sepanjang Januari 2017, distribusinya mencapai angka 173.438 unit, naik 30,67 persen jika dibanding bulan pertama 2016.

Facelift dan juga penambahan varian bisa jadi salah satu perangsang penjualan Beat yang melonjak signifikan. Masih dari merek Honda, posisi kedua ditempati oleh New Vario 125 eSP dengan mencapai angka 50.380 unit, atau tumbuh 22,2 persen.

Selanjutnya, tiga dan empat, masing-masing ada Scoopy eSp 110 cc (47.927 unit), kemudian dari keluarga Vario, tetapi dengan ukuran mesin 150 cc, sebanyak 39.269 unit. Baru kemudian pada posisi kelima ada andalan Yamaha, Mio M3 125, yang mencapai 31.023 unit, dan di belakangnya ada Skutik bongsor N-Max (19.491 unit).

Mewakili kelas sepeda motor bebek, Revo jadi model yang masuk di sepuluh besar, sekaligus sebagai bebek yang paling banyak terjual, dengan jumlah 13.773 unit. Hasil ini positif karena naik sebesar 35, 89 persen. Lalu dari sport ada CB 150 R Street Fire 150 di posisi ke-10 (9.906 unit), dan menempel ketat persis di belakangnya ada New V-ixion 150 (9.259 unit).

Berikut daftar 20 besar sepeda motor paling laris di 2017.

Lewat Cukai Otomotif, Peredaran Kendaraan Bermotor Bakal Diawasi

Produk otomotif seperti mobil atau sepeda motor, diwacanakan untuk tidak lagi dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), tetapi digantikan dengan cukai. Walaupun masih sebatas kajian, bukan tidak mungkin ini bakal masuk proyek serius.

Berbeda dengan pajak, produk atau barang yang dikenakan cukai ternyata bakal terus diawasi peredarannya di lapangan. Sementara pajak dalam hal ini PPnBM, ketika kewajibannya sudah terpenuhi, langsung dilepas.

“PPnBM tidak ada pengawasan lagi, karena itu bukan barang kena cukai. Kalau barang kena cukai, begitu diproduksi, dikonsumsi dan disosialisasikan ke masyarakat masih dalam pengwasan Diektorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Seperti contohnya rokok, yang dikenakan cukai, jadi dari mulai produksi sampai dikonsumsi masih diawasi, itu bedanya PPnBM dan cukai,” ujar Sarno, Kepala Subbidang Cukai Badan Kebijakan Fiskal kepada KompasOtomotif, Rabu (8/2/2017).

Sarno melanjutkan, pemungutan dan pengawasan ini, bisa jadi sebuat potensi, ketika serius bakal ada perpindahan dari PPnBM (pajak) ke cukai. Pihak DJBC, juga nantinya (jika menjadi cukai otomotif), bisa melakukan inspeksi di lapangan untuk mobil dan sepeda motor.

“Jika terealisasi, maka akan dilekatkan tanda cukai atau pembayaran (entah di pelat nomor atau STNK). Di lapangan nantinya kami punya teman-teman bea cukai yang mengecek langsung distribusi dan  konsumsi barang kena cukai ini, bisa jadi juga akan ada inspeksi mendadak,” ucap Saro.

Bisa jadi, dengan pengawasan tambahan ini juga, peredaran mobil atau sepeda motor yang illegal bisa direduksi. Kewajiban DJBC untuk melakukan pengawasan, ada pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, pada pasal 2 ayat 1 huruf b.

“Pukulan Telak” CBR250RR buat Ninja250 dan R25

Kerja keras Honda hadirkan model global CBR250RR yang diproduksi lokal di dalam negeri mendapat respons positif pasar domestik. Hal itu juga memberikan jawaban pasti terhadap persaingan dengan rival sekelas, yakni Kawasaki Ninja250 dan Yamaha R25.

Sejak CBR250RR didistribusikan secara perdana pada November 2016, performa penjualan Kawasaki Ninja malah terus turun, mulai dari 1.177 unit (November 2016), kemudian melorot pada Desember 2016 menjadi 689 unit. Belum berhenti sampai di situ, pada Januari 2017, performanya kembali anjlok hingga 653 unit.


Ghulam/KompasOtomotif
Penjualan Sport fairing 250cc 2016 dan 2017.Namun, jika dibanding periode yang sama pada 2016 (Januari), distribusinya mencapai 1.195 unit, jadi merosot tajam sebesar 45,36 persen.
Kondisi serupa juga dialami Yamaha. Pada bulan pembuka 2017, perolehannya hanya 278 unit, ambles 48,23 persen dibanding Januari 2016.

Honda CBR250RR berhasil merebut pasar Kawasaki Ninja, dengan membukukan penjualan 1.408 unit pada Januari 2017. Jika dibanding dengan Desember 2016 (1.849 unit), memang pendapatannya menurun. Namun, untuk pendatang baru, ini angka yang cukup menarik.

Menariknya, Honda bukan hanya merebut kue Kawasaki Ninja250 dan Yamaha R25, tetapi juga memperluas pasar sport fairing 250cc. Januari tahun lalu, dengan hanya dua pemain, jumlahnya hanya 1.732 unit, sementara setelah ada CBR250RR, jumlahnya mencapai 2.339 unit pada Januari 2017.

Kabar terakhir datang dari Yamaha R25, yang disebutkan tengah menyiapkan model facelift-nya. Informasi serupa juga berlaku buat Kawasaki Ninja250cc yang penyegarannya tengah disiapkan. Pembaruan praktis dibutuhkan, jika kedua pemain ini tak mau terjebak pada cap model “jadul” ketimbang rival utama mereka, CBR250RR.

Suzuki Bantah Ertiga Pakai Diesel Milik Chevrolet Spin

Suzuki Ertiga Diesel resmi mengaspal di Tanah Air dengan teknologi hibrida ringan. Menariknya, ternyata kapasitas mesin Ertiga serupa dengan yang pernah digunakan Chevrolet Spin beberapa waktu lalu, yakni 1.300 cc variable-geometry turbochargers (VGT).

Lantas apakah benar bahwa mesin yang digunakan Ertiga diesel saat ini sama dengan Spin? Menanggapi pertanyaan ini, Marketing Director SIS 4W Donny Saputra, secara tegas menyatakan bahwa mesin ini merupakan pengembangan dari Suzuki sendiri.

“Saya pastikan mesin diesel Ertiga beda dengan mereka (Spin). Meski secara kapasitas sama, tapi soal teknologi beda, mesin ini Suzuki yang kembangkan, bukan menggunakan produk Amerika,” kata Donny di Bogor, Rabu (8/2/2017).

Selain mesin diesel, lanjut Donny, Ertiga juga memiliki fitur hibrida yang tidak dimiliki mantan kompetitornya. “Karena itu, saya berani jamin mesin ini bukan mesin mereka,” lanjut Donny menegaskan.
Stanly/KompasOtomotif
Mesin diesel Ertiga 1.300 cc

Donny juga memastikan bahwa Ertiga Diesel Hybrid tidak akan memiliki nasib seperti Spin. Seperti diketahui, sejak Chevrolet menutup pabrik di Bekasi, Spin pun sudah tidak diproduksi dan penjualannya tidak diteruskan di Indonesia.

“Sebelum meluncurkan produk kami selalu studi untuk melihat kebutuhan konsumen. Seperti yang saya bilang, secara fitur kami punya hybrid, ini yang membuat kami yakin bisa lebih sukses dibandingkan mereka (Chevrolet Spin),” kata Donny.

Akhir Perjalanan Dodge Viper

Setelah 25 tahun, akhirnya sepak terjang Dodge Viper akan dihentikan tahun ini. Dilansir dari Motor1, Dodge akan memproduksi generasi terakhir Viper pada 31 Agustus 2017 mendatang.

Untuk memeriahkan pesta pensiunnya, Dodge merilis enam model edisi terakhirnya. Mulai dari Viper 01:28 Edition ACR, Viper GTS-R Commemorative Edition ACR, Viper VoooDoo II Edition ACR, Viper Snakeskin Edition GTC, Viper ACR Snakeskin dan Dodge Dealer Edition ACR.

Semuanya berjumlah 100 unit, tapi jangan berharap untuk memiliki salah satunya, karena menurut Kepala Desain Fiat Chrysler Automobiles (FCA) Ralp Gilles, semuanya sudah ludes terpesan, tapi sayangnya tidak dijelaskan alasan kenapa Viper tidak diproduksi kembali.
Carscoops.Com
Dodge Viper

Semua Viper edisi terbatas dibuat menggunakan basis dari varian ACR yang merupakan versi tertinggi di keluarga Viper. Masing-masing model memiliki beberapa kelebihan tersendiri namun tetap dibekali dengan mesin yang sama, yakni V10 berkapasitas 8.400 cc.

Mesin buas tersebut mampu menyuplai tenaga sebesar 645 tk dengan torsi 813 Nm. Bahkan khusus untuk model ACR disediakan transmisi enam percepatan manual yang memungkinkan pengendara benar-benar menikmati sensasi performa di tiap tingkatan persenelingnya.

Sekilas Perbandingan Toyota Mirai dan Honda Clarity

Pada pandangan pertama, memilih antara mobil fuel cell (hidrogen) Toyota Mirai dan Honda Clarity nampaknya bisa jadi keputusan sulit. Pasalnya, kedua mobil ramah lingkungan tersebut terlihat mirip.

Mengutip Carscoops, Minggu (12/2/2017), terlepas dari penampilan mereka dan mulai turun ke spesifikasi lain, pembeda yang paling kentara kira-kira terkait driving range Honda lebih jauh, sekitar 50 mil (80 km).

Dari tabel yang disajikan, bisa dilihat kalau Toyota Mirai 2017 dan Honda Clarity 2017 memiliki dimensi yang berbeda tipis, performa yang juga tidak jauh berbeda. Lebih dari itu bobot dan harga juga sangat bersaing.


Carscoops
Toyota Mirai VS Toyota Clarity.
Beberapa perbedaan lain yang termasuk fakta, yaitu Clarity menghasilkan lebih banyak tenaga dibanding dengan Mirai, 174tk berbanding 151tk. Lalu mobil fuel cell Honda memiliki lima penumpang, sementara wakil Toyota dibangun untuk empat.

“Saya tidak berpikir kesamaan spesifikasi antara Mirai dan Clarity adalah kebetulan. Sifat teknologi bahan bakar hidrogen, setidaknya saat ini, dari model yang sudah ada dan baru memang seperti itu,” ujar Tom Blackman, Direktur Olathe Toyota Parts Center.

Namun Angel Vigil, Direktur Honda Parts Online berpikir, Clarity adalah mobil yang lebih baik. “Perbedaan jarak tempuh Clarity dengan pesaingnya sangat signifikan, karena memang saat ini masih langka pengisian bahan bakar hidrogen,” ujar Vigil.

Faktor Lain Anjloknya Pasar Kendaraan Niaga pada 2016

Selain kendaraan penumpang, 2016 juga menjadi tahun yang cukup suram untuk bisnis kendaraan niaga. Mitsubishi Fuso ikut merasakan lemasnya kondisi ekonomi hampir di semua sektor yang membuat penjualannya turun hingga 14,3 persen.

Kondisi ini makin parah saat perusahaan pembiayaan pun banyak yang menolak pengajuan kredit untuk kendaraan komersial. Director of MFTBC Marketing Division PT KTB Duljatmono, mengungkapkan hampir 95 persen kendaraan niaga dibeli secara kredit.

“Kendaraan otomotif sangat tergantung pada kredit lembaga keuangan, bukan hanya segmen penumpang kendaraan niaga juga begitu. Tahun lalu cukup berat, bisa dibayangkan saat banyak leasing yang menolak pembelian kendaraan komersial,” kata Duljatmono kepada wartawa di Jakarta, Jumat (10/2/2017).

Tahun lalu, lanjut Duljatmono, cukup berat karena potensi kredit bermasalah (non performing loan/NPL) cukup tinggi. Pihak leasing cukup berhati-hati dalam meberikan pembiayaan, karena itu kami juga ikut merasakan dampaknya.

“Kalau dilihat banyak pembangunan infrastruktur terbilang sepi, yang membuat khawatir itu kalau infrastruktur seret, ya kreditnya juga seret. Itu yang membuat mereka sangat hati-hati memberikan kredit kepada konsumen kendaraan niaga,” ujar Duljatmono.
KTB
Mitsubishi Fuso dalam pameran Indonesia Transport, Supply Chain & Logistics 2016.

Meski demikian, ia mengaku keadaan di akhir semster dua mulai berangsur pulih, hal ini ditunjukkan dengan proyek pembangunan yang mulai berjalan, sampai beberapa sektor komoditi yang bergerak. Kondisi ini menjadi titik terang untuk memulai potensi penjualan.

“Akhir 2016 sudah mulai membaik hingga saat ini, sehingga sudah ada dari leasing yang mulai memberi dukungan untuk pembiayaan,” kata pria yang akrap disapa Momon itu.