Yen Menguat, Pendapatan Yamaha Merosot di 2016

Yamaha Motor, perusahaan yang terkenal memproduksi kendaraan roda dua asal Jepang, merilis laporan keuangan 2016. Tahun lalu, Yamaha membukukan laba operasi yang menyusut 17 persen, menjadi 108,5 miliar yen atau Rp 12,7 triliun.

Mengutip Nikkei, Senin (13/2/2017) perusahaan mengatakan kalau penurunan ini karena menguatnya mata uang Jepang, di mana ini memeras pendapatannya di luar negeri. Yamaha juga mengalami penurunan penjualan 8 persen, menjadi 1,5 triliun yen atau Rp 175,6 triliun.

Bisnis andalan Yamaha, sepeda motor, tercatat melambat di pasar utamanya Indonesia, di tengah stagnasi ekonomi. China dan Brasil juga tidak memiliki momentum yang baik. Sementara pasar India dan Vietnam bernasib baik, tetapi tidak cukup kuat untuk menambal growth negatif.

Kemudian, bisnis lain Yamaha di laut, yang meliputi yacht dan boat, juga terhalang oleh menguatnya yen. Laba operasi (operation profit) Yamaha akan meningkat, jika bukan karena foreign exchange impact. Sementara net profit (laba bersih) meningkat 5 persen menjadi 63,1 miliar yen atau Rp 7,3 triliun.

Yamaha memperkirakan penjualan untuk 2017 naik 6 persen menjadi 1,6 triliun yen atau Rp 187,7 triliun, dengan laba bersih perseroan naik 19 persen menjadi 75 miliar yen atau Rp 8,8 triliun. Di tahun ini juga, penjualan indonesia tampaknya bakal rebound, dan produk dengan margin tinggi, diharapkan akan memainkan peran besar.