Faktor Lain Anjloknya Pasar Kendaraan Niaga pada 2016

Selain kendaraan penumpang, 2016 juga menjadi tahun yang cukup suram untuk bisnis kendaraan niaga. Mitsubishi Fuso ikut merasakan lemasnya kondisi ekonomi hampir di semua sektor yang membuat penjualannya turun hingga 14,3 persen.

Kondisi ini makin parah saat perusahaan pembiayaan pun banyak yang menolak pengajuan kredit untuk kendaraan komersial. Director of MFTBC Marketing Division PT KTB Duljatmono, mengungkapkan hampir 95 persen kendaraan niaga dibeli secara kredit.

“Kendaraan otomotif sangat tergantung pada kredit lembaga keuangan, bukan hanya segmen penumpang kendaraan niaga juga begitu. Tahun lalu cukup berat, bisa dibayangkan saat banyak leasing yang menolak pembelian kendaraan komersial,” kata Duljatmono kepada wartawa di Jakarta, Jumat (10/2/2017).

Tahun lalu, lanjut Duljatmono, cukup berat karena potensi kredit bermasalah (non performing loan/NPL) cukup tinggi. Pihak leasing cukup berhati-hati dalam meberikan pembiayaan, karena itu kami juga ikut merasakan dampaknya.

“Kalau dilihat banyak pembangunan infrastruktur terbilang sepi, yang membuat khawatir itu kalau infrastruktur seret, ya kreditnya juga seret. Itu yang membuat mereka sangat hati-hati memberikan kredit kepada konsumen kendaraan niaga,” ujar Duljatmono.
KTB
Mitsubishi Fuso dalam pameran Indonesia Transport, Supply Chain & Logistics 2016.

Meski demikian, ia mengaku keadaan di akhir semster dua mulai berangsur pulih, hal ini ditunjukkan dengan proyek pembangunan yang mulai berjalan, sampai beberapa sektor komoditi yang bergerak. Kondisi ini menjadi titik terang untuk memulai potensi penjualan.

“Akhir 2016 sudah mulai membaik hingga saat ini, sehingga sudah ada dari leasing yang mulai memberi dukungan untuk pembiayaan,” kata pria yang akrap disapa Momon itu.