Truk Scanter “Ajeb-ajeb” dari Kuningan

Bukan cuma mobil yang bisa eksis dengan tampilan modifikasi. Truk ringan atau light duty truck (LDT) juga bisa diubah menjadi kendaraan niaga yang tak kalah menarik bila disejajarkan dengan mobil custom.

Bila tidak percaya, silakan lirik karya modifikasi Mitsubishi Fuso Colt Diesel FE 74 HD yang digarap oleh Jerry Sujari dari PT Bukit Jaya Mandiri (BJM), Kuningan, Jawa Barat, ini.

Mengedepankan tema elegan, truk yang akrab disapa “kepala kuning” ini kini lebih tenar dengan panggilan Scanter.

“Namanya kami pangil Scanter. Kenapa? karena modelnya ala Scania, tetapi seluruhnya masih Canter. Total modifikasi kalau dari awal itu habis Rp 300 jutaan, kami ubah tetapi tidak menghilangkan fungsinya,” ucap Jerry kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/2/2017).

Full SQL

Pengerjaan, kata Jerry, lebih kurang hampir memakan waktu satu tahun hingga benar-benar sempurna. Bagian tersulit ada di sektor interior, yang terpaksa di bobok ulang untuk menerapkan konsep elegan serta memasang perangkat audio.
Stanly/KompasOtomotif
Nuansa interior dibuat lebih elegan

Konsep elegan memang diterapkan Jerry pada sisi interior. Dengan dimensi yang minim, Jerry bersama timnya mencoba untuk memaksimalkan ruang sempit pada Colt Diesel Canter.
Kedua jok sampai dasbor dibalut ulang dengan menggunakan warna kulit yang senada dengan cat bodi. Agar kesan elegan lebih tampil, diberikan sedikit warna hitam plus mini bartender yang diletakkan tepat di tengah antara jok pengendara dan penumpang.

Pemasangan sistem hiburan menjadi pengerjaan yang benar-benar menyita waktu. Pasalnya, dek atas kabin wajib dibongkar habis untuk membenamkan semua perangkat audio dan juga empat buah LCD di tengah pilar A. Tidak tanggung-tanggung, agar bisa “jedak-jeduk”, konsep audio langsung mengarah ke sound quality loud (SQL) yang mengutamakan tingkat kekerasan suara.

Menakar Seberapa Irit Ertiga Diesel Hybrid

Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi mendatangkan Ertiga Diesel Hybrid ke Indoneisa, dibanderol Rp 219,5 juta on the road Jakarta. Varian baru MPV sejuta umat Suzuki ini diklaim menawarkan efesiensi bahan bakar yang jauh lebih irit dibandingkan kompetitor apalagi mesin bensin.

Dari hasil pengujian teknis yang dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Januari 2017 lalu, rata-rata konsumsi bahan bakar tercatat 22,6 kpl. Hasil ini lebih irit ketimbang pengujian yang dilakukan pihak internal SIS, yakni 17,51 kpl.

Belum puas sampai di situ, pengujian juga dilakukan oleh KompasOtomotif dalam sesi test drive Ertiga Diesel Hybrid yang diselenggarakan pihak SIS, pekan lalu. Bersama dua rekan media lain, berkendara santai dari Jakarta menuju Rancamaya, Bogor, Jawa Barat.

Penasaran untuk mendapatkan angka konsumsi terbaik, tim sengaja mematikan air conditioner (AC) saat memasuki tol dalam kota menuju Jagorawi. Konsisi jalan yang sedikit renggang membuat ritme berkandara konstan dengan angka kecepatan 60-70 kpj.
Stanly/KompasOtomotif
Hasil konsumsi BBM setelah melewati tol Jagorawi menuju Sentul City

Sebelum berhenti beristirahat, hingga melintas di kawasan Sentul, total konsumsi bahan bakar Ertiga Diesel Hybrid bisa melebihi patokan dari BPPT. Menurut tabel multi information display (MID) KompasOtomotif bersama tim mampu menyentuh angka 25,5 kpl.

Menanjak

Perubahan angka konsumsi cukup drastis ketika tim kembali melanjutkan perjalanan menuju kawasan Rainbow Hills. Dengan sajian lintasan perbukitan yang berliku dan dipenuhi medan menanjak, membuat pola berkendara berubah lebih agresif.

Meski bukan masalah besar bagi Ertiga ketika dihadapi tanjakan curam, tapi tim lebih banyak bermain di gigi rendah yang terkadang membuat rpm sedikit naik dari sebelumnya.

Stanly/KompasOtomotif
Suzuki Ertiga Diesel Hybrid

Begitu juta saat menuju kawasan Rancamaya melewati Mega Mendung Puncak. Dihadapi dengan lintasan menurun yang sedikit padat, memaksa tim sesekali menekan pedal rem lebih dalam. Hasilnya, angka konsumsi di MID turun signifikan.

Namun hal ini bisa kembali dikembangkan saat sudah memasuk kawasan Rancamaya dengan rute aspal yang mulus. Setibanya di lobi hotel, total jarak yang KompasOtomotif dan tim dapatkan dari Jakarta menyentung angka 76,6 km.

Siap-siap, Sambut Peluncuran Mobil dan Pebalap F1 2017

Sesaat lagi balap jet darat Formula 1 (F1) 2017 bakal digelar. Beberapa tim sudah mulai menyiapkan rangkai acara yang akan diawali dengan peluncuran mobil-mobil baru.

Dilansir dari Motorsport, ada tujuh tim yang sudah menetapkan tanggal peluncuran mobil F1 2017. Sauber menjadi tim awal yang akan membuka selubung jet darat C36 pada 20 Februari mendatang, setelah itu dilanjutkan oleh Renault, Force india, Ferrari, Mercedes, McLaren, Toro Rosso.

Sebelum memulai laga awal di Sirkuit Albert Park, Australia, pada 23 Maret mendatang, semua tim akan mengikuti tes pramusim di Barcelona. Tes ini akan berlangsung selama dua putaran, yakni 27 Februari dan 7 Maret 2017 mendatang.

Untuk lebih lengkapnya, berikut jadwal lengkap kegiatan F1 2017.

Peluncuran mobil F1 2017
Team Date Venue
Renault February 21 London
Force India February 22 Silverstone
Sauber February 20 Barcelona
Mercedes February 23 Silverstone
Ferrari February 24 Fiorano
McLaren February 24 Woking
Toro Rosso February 26 Barcelona

F1 Tes
27 Februari – 2 Maret Barcelona
7-10 Maret Bercelona

Empat Ajang Motorsport Dibungkus Jadi Satu

Platform baru ajang balap nasional digagas Pertamina lewat kemasan Pertamax Motorsort Championship (PMC) 2017. Empat ajang sekaligus dijadikan satu, dan secara khusus memberikan ruang lebih buat para pebalap muda unjuk gigi.

Menurut Direktur Pertamax Motorsport Rifat Sungkar, tahun ini dibuat perubahan dengan menggabungkan kejuaraan nasional (Kejurnas) Indonesia Open Championship X-Treme Offroad Racing (IXOR) dan Pertamax Sprint Rally Championship (PSRC).

“Pada dasarnya, komunitas offroad dan sprint rally sama-sama berlomba di lintasan tanah dengan trek serupa, hanya jenis mobilnya yang berbeda. Tujuannya, mempererat solidaritas antar dua komunitas tersebut, sehingga bisa lebih besar,” kata Rifat dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (13/2/2017).

Selain menggabungkan IXOR dan PSRC, PMC 2017 juga akan memperlombakan dua jenis kompetisi dari cabang otomotif bergengsi lainnya, yakni Pertamax Drift Championship dan Pertamax Drag Bike Championship.

Tim Andalan
Seperti tahun sebelumnya, Pertamax Motorsport sendiri juga mengikutsertakan tim-tim andalan, berada di bawah bendera Pertamax Motorsport Team. Tim akan terjun langsung ke semua event, baik IXOR, PSRC, drifting, dan drag bike.

Pembaruan pun terus dilakukan oleh Pertamax Motorsport. Selain mempertahankan nama-nama kawakan di dunia balap seperti Rifat Sungkar, Rizal Sungkar, Yedidiah Soerjosoemarno, Rio Saputro B, dan Lucky Reza, tim juga akan menambah pebalap-pebalap baru, yakni Glenn Nirwan dan Buche Febrico.

Kedua nama pebalap baru tersebut sudah dikenal prestasinya di beberapa ajang. Pada Kejurnas Sprint Rally 2016 lalu, Glenn berhasil menjadi runner up juara nasional. Sedakngan Buche dalam IXOR 2016 keluar sebagai juara pertama di grup G2.

Lomba Mobil Perdesaan, Dinilai Langsung Menteri Perindustrian

Lomba desain mobil perdesaan yang yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian bersama dengan Institut Otomotif Indonesia (IOI), sebulan lagi bakal masuk tahap penilaian dan pengumuman pemenang, atau tepatnya pada 11 Maret 2017.

Made Dana Tangkas, Presiden IOI mengatakan, kalau sebelumnya terlebih dahulu dipilih 10 nominasi terbaik, yang disaring dari seluruh peserta se-Indonesia. Kemudian mereka juga akan mempresentasikan hasil desain, di hadapan dewan juri.

“Presentasi ini, sekaligus menjadi rangkaian agenda dalam pelaksanaan Bali Industri Expo 2017 di Gedung Bali Creative Industri Centre (BCIC), Denpasar, pada 7–12 Maret bulan depan,” tutur Made Dana dalam siaran resmi yang diterima KompasOtomotif, Senin (13/2/2017).

Baca juga : IOI Selenggarakan Lomba Desain Mobil Perdesaan

Menariknya lagi, lanjut Made Dana, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, pada 9 Maret 2017, akan melakukan penilaian langsung, terhadap peserta desain prototipe “Kendaraan Pedesaan” dari berbagai perguruan tinggi.

”Baru kemudian pada 10 Maret 2017, para nominator akan melakukan presentasi dihadapan dewan juri. Besik harinya, 11 Maret 2017, Panitia dan dewan juri akan mengumumkan pemenang dari para nominator desain prototipe Kendaraan Pedesaan ini,” ujar Made Dana.

Terkait dengan perhelatan Bali Industri Expo 2017 yang mengusung tema Membangun Industri Kreatif Mobil dan Motor Indonesia, Made Dana, mengatakan kalau IOI menargetkan 10.000 pengunjung yang akan menghadiririnya.

50 Peluru Harley-Davidson Dalam Lima Tahun

Harley-Davidson sedang mengejar eksistensi dalam beberapa tahun ke depan. Produk-produk revolusioner diluncurkan, bahkan rencananya merek asal Milwaukee, Amerika Serikat, itu siap menembakkan 50 model “peluru baru” dalam lima tahun ke depan.

Presiden dan CE Harley-Davidson Matt Levatich mengatakan bahwa sukses mesin generasi baru Milwaukee-Eight menjadi motivasi tersendiri. ”Kami percaya diri, dan model-model 2018 akan membantu penjualan kami. Saya belum pernah seantusias ini,” kata Levatich.

Mimpi perusahaan lainnya, menambah jumlah loyalis, yang kemungkinan bisa berubah menjadi konsumen, dengan melengkapi jaringan diler di luar negeri. Tak lupa, di pasar domestik, HD akan mengenalkan lebih dalam tentang gaya hidup bermotor.

Rencananya, 200 diler di luar Amerika Serikat siap dibangun sampai 2020 mendatang. Di dalam negeri, perusahaan akan memaksimalkan kegiatan Harley-Davidson Riding Academy untuk menggaet orang mengendarai. Pada 2016, lebih dari 65.000 rider sudah dilatih di sini.

”Kami tak hanya membangun sepeda motor, tetapi juga pengendara. Kami ingin menambah diler di berbagai negara, juga menumbuhkan para pengendara baru Harley-Davidson, termasuk pengendara muda dan wanita,” ujar Levatich.

Pada kuartal keempat tahun lalu, perusahaan menjual sepeda motor senilai 933 juta dollar AS, atau turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 1 miliar dollar AS.

Di dalam negeri, penjualan bahkan anjlok 3,9 persen. Sementara itu, pasar internasional justru prospektif, naik 2,3 persen tahun lalu dibandingkan 2015. 40 diler sudah ditambah perusahaan di berbagai negara, tahun lalu.

Beli Pertamax Rp 50.000, Bisa Jadi Pebalap

Komitmen PT Pertamina (Persero) mencari bibit pebalap baru terus gencar dilakukan. Selain mengagendakan Pertamax Motorsport Championship buat ”pebalap resmi” lebih berkembang, pencarian dari sumber lain juga dilakukan.

Tahun ini, Pertamax Motorsport juga tetap menyelenggarakan Auto Athlon, ajang balap khusus buat masyarakat umum dan komunitas yang punya bakat terselubung. Diharapkan, potensi terpendam dari orang yang selama ini tak ada link ke dunia balap ditemukan.

”Syaratnya beli Pertamax Rp 50.000, sudah bisa daftar. Mereka tidak saling kenal, tidak tahu trek, lalu diadu siapa yang jadi juara. Dari sini, the real champion muncul. Tahun lalu kami dapat juaranya, dan akan kami develop menjadi pebalap sesungguhnya,” kata Rifat Sungkar, Direktur Pertamax Motorsport, (13/2/2017) di Jakarta.

Tahun lalu, ajang ini diselenggarakan di area parkir Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang. Tercatat sebanyak 83 peserta pemula turut berpartisipasi.

Para peserta wajib mengikuti dua sesi, yakni World Class Racing Experience dan Skill Test. Di sesi pertama, peserta diberikan bekal seputar teknik mengemudi dan rintangan di arena. Lalu kedua, Skill Test, menjajal kemampuan secara teknis dengan Slalom Trial.

Rifat mengatakan bahwa pihaknya akan terus memberi kemudahan buat para peserta untuk mendaftar, hanya cukup dengan mengunjungi website www.pertamaxmotorsport.com. Data peserta akan menjadi database untuk berbagai program.

”Data prestasi dan kontak bisa penting untuk masa depan mereka. Adanya program ini, kami jadi punya platform, siapa yang berprestasi. Jadi kalau ada sponsor, gampang mencarinya. Benefitnya banyak, bisa jadi populer dengan jalur distribusi komunikasi media,” ujar Rifat.

”Comeback” ke Reli Dunia, Toyota Gebuk Ford dan Hyundai

Toyota akhirnya merebut kemenangan perdana setelah memutuskan cabut dari World Rally Championship (WRC) pada 1999 silam. Comeback manis itu dipersembahkan oleh pebalap Finlandia Jari-Matti Latvala dalam Reli Swedia WRC balapan kedua, Minggu (12/2/2017).

Bahkan kini Latvala memimpin klasemen di atas duet pebalap Ford, yakni Sebastien Ogier dan Ott Tanak yang membalap dengan Ford Fiesta. Kembalinya Toyota dengan Yaris memang ditunggu banyak kalangan, dan inilah pembuktian yang dinanti.

Buat Latvala, kemenangan ini membuktikan bahwa tanpa Volkswagen yang memutuskan cabut dari WRC mulai tahun ini, dia masih bertaji. Kemenangan ini pun jadi makin emosional, karena membawa merek yang ingin bangkit.

”Sangat menyenangkan. Tim baru, mobil baru, dan balapan kedua kami menang. Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkannya, karena saat ini menjadi momen emosional. Kami ada di level yang baik, dan kami harus terus melaju karena akan semakin sulit,” kata Latvala.

Tahun ini, WRC juga masih diikuti oleh Hyundai Motorsport yang diperkuat juga oleh Thierry Neuville dan Dani Sordo dengan Hyundai i20.

Era baru WRC ini akan menantang pebalap dan mobil melaju di lokasi dengan temperatur tinggi dan jalanan lebih ekstrem untuk pertama kalinya. Bulan depan, balapan akan digelar dengan nama Rally Guanajuato, yang berlangsung di Meksiko, 9 – 12 Maret.

Mitsubishi Mau Bikin Kontes Modifikasi Truk?

Selain mobil, demam modifikasi juga berlaku pada kendaraan niaga. Contohnya seperti beberapa Mitsubishi Colt Diesel yang tampil dalam media gathering Fuso di Jakarta, Jumat (10/2/2017).

Lalu apa tanggapan Mitsubishi melihat maraknya perkembangan modifikasi yang kebanyakan menggunakan Colt Diesel. Director of Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) Marketing Division PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Duljatmono, menjelaskan bahwa hal tersebut sah-sah saja untuk dilakukan.

“Ini menjadi salah satu bentuk kecintaan para pemilik terhadap kendaraan mereka. Jadi bagus saja, sesuai kebutuhan masin-masing,” ucap Duljatmono di Jakarta, Jumat (10/2/2017).

Ketika ditanya apakah nantinya truk yang dimodifikasi bisa kehilangan garansi seperti mobil, ia hanya mengatakan hal tersebut sangat jarang terjadi. Selama ini, menurut Duljatmono, modifikasi kendaraan niaga lebih ke arah tampilan, seperti bodi dan rear body tidak sampai ke sektor mesin.

Stanly/KompasOtomotifColt Diesel Full Audio SQL

“Selama bukan sektor drive train seperti mesin, axle, dan lainya tidak gugur garansinya. Kebanyakan mereka lebih bermain ke arah tampilan, jadi warranty-nya tetap aman,” kata Momon sapaan akrab Duljatmono.

Sayangnya, meski modifikasi truk sudah ramai namun KTB belum mau menggelar hajat kontes modifikasi sendiri. “Kita produsen, kita support saja tapi untuk bikin acara modifikasinya biar pihak lain,” kata Momon.

Meski demikian, dalam puncak perayaan satu juta unit Colt Diesel pada 12 Maret mendatang, KTB berjanji akan menampilkan ragam modifikasi truk untuk menjadi tontonan menarik pengunjung.

Yen Menguat, Pendapatan Yamaha Merosot di 2016

Yamaha Motor, perusahaan yang terkenal memproduksi kendaraan roda dua asal Jepang, merilis laporan keuangan 2016. Tahun lalu, Yamaha membukukan laba operasi yang menyusut 17 persen, menjadi 108,5 miliar yen atau Rp 12,7 triliun.

Mengutip Nikkei, Senin (13/2/2017) perusahaan mengatakan kalau penurunan ini karena menguatnya mata uang Jepang, di mana ini memeras pendapatannya di luar negeri. Yamaha juga mengalami penurunan penjualan 8 persen, menjadi 1,5 triliun yen atau Rp 175,6 triliun.

Bisnis andalan Yamaha, sepeda motor, tercatat melambat di pasar utamanya Indonesia, di tengah stagnasi ekonomi. China dan Brasil juga tidak memiliki momentum yang baik. Sementara pasar India dan Vietnam bernasib baik, tetapi tidak cukup kuat untuk menambal growth negatif.

Kemudian, bisnis lain Yamaha di laut, yang meliputi yacht dan boat, juga terhalang oleh menguatnya yen. Laba operasi (operation profit) Yamaha akan meningkat, jika bukan karena foreign exchange impact. Sementara net profit (laba bersih) meningkat 5 persen menjadi 63,1 miliar yen atau Rp 7,3 triliun.

Yamaha memperkirakan penjualan untuk 2017 naik 6 persen menjadi 1,6 triliun yen atau Rp 187,7 triliun, dengan laba bersih perseroan naik 19 persen menjadi 75 miliar yen atau Rp 8,8 triliun. Di tahun ini juga, penjualan indonesia tampaknya bakal rebound, dan produk dengan margin tinggi, diharapkan akan memainkan peran besar.